Langsung ke konten utama

Postingan

Tips Irit saat Covid dan Jadikan Kebiasaan Barumu

Semenjak covid-19 melanda, naluri untuk berhemat atau irit kian menjadi. Sejak Maret hingga Agustus 2020 ini, ternyata banyak kebiasaan baru dalam mengelola uang yang sebelumnya tidak aku sadari ternyata besar sekali manfaatnya dalam hal mengelola uang khususnya dalam hal penghematan. Mungkin bukan hanya aku saja yang mengalaminya ya, terlebih kalau mengalami penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan, otak langsung berpikir pos mana lagi yang dapat dibumi hanguskan selain tentunya berpikir jungkir balik juga peluang apa yang dapat dimanfaatkan untuk menambah pemasukan bulanan. sumber:www.pixabay.com Tips mama angrumaoshi kali ini akan lebih membahas tentang kebiasaan baru yang tercipta dalam rangka meniadakan pengeluaran-pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu keluar. 1. Diskon Kalau dulu aku berpikir apa ya nih yang lagi diskon (sambil melihat-lihat katalog promo diskon dimana pun) lalu melancarkan ilmu cucokologi, dicocokkan dengan kebutuhan yang perlu dipenuhi/dibel

Strategi Pembelajaran Jarak Jauh Minim Biaya

Pembelajaran Jarak Jauh sudah dimulai pada tahun ajaran baru 2020/2021 ini. Mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi. Walau sebelumnya juga sudah dimulai pembelajaran jarak jauh ini, tapi tidak dimulai dari awal tahun ajaran baru, hanya 3 bulan menjelang akhir tahun ajaran. Tentunya berbeda ya pembelajaran jarak jauh yang dimulai dari awal tahun dan akhir tahun.               sumber : www.pixabay.com Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini hampir dilakukan di seluruh wilayah Indonesia karena angka pandemi covid-19 yang masih tinggi. Hanya sebagian kecil zona hijau yang diperbolehkan menggukan metode pembelajaran tatap muka. Mau tidak mau para orang tua harus beradaptasi dengan kondisi yang ada. Khususnya dengan berbagai biaya yang muncul sebagai akibat dari adanya PJJ ini. 5 biaya yang pasti bertambah dengan adanya pembelajaran jarak jauh dari rumah ini antara lain adalah :  1. Biaya kuota internet Sedikit banyak kuota internet pasti akan bertambah, karena guru akan mengiri

Is Traditional Food cheaper than Western Food?

Our mind says that the traditional food should be cheaper than western food. Is it? Why? If traditional food cost more than western food it feels not right. Why we value more western food rather than our traditional food?               sumber : www.pixabay.com Many of our traditional food is taste so much better than western food, but the society value it less than the western food. For example for a burger, it cost twice compare to traditional food such as gudeg, nasi padang, etc. But still our young generation choose to eat that expensive burger compare to eat our traditional food. Meanwhile, the cost of making that burger, I believe is more cheaper than cost of making our traditional foods. So I think the key is in ourselves. We should value more and respect more to our traditional food. When we go to the mall, we should choose to eat our food rather than western food. We should introduce our traditional food to our children in everyday life. We can ask them to prepare a

Will Your First Travelling Abroad Cost You A Lot Of Money?

I remember my first travelling abroad was on my 25th birthday and it was an unforgetable journey ( permata pengalamanku ) in my life. I remember each detail on my first journey. Many people say that memory will last forever and it does.  Nowadays, it is getting easy to travel abroad and cheaper than a decade ago. Thanks to internet.               sumber : www.pixabay.com To minimize cost, here some tips for you based on my experience more than a decade ago : 1. Choose non visa country ASEAN + Hongkong are non visa country. Some country in the europe or latin america also a non visa country. The list of non visa country is updated each year, you can googled it which country is free visa for indonesian traveller.  2. Minimize cost of your accomodation Travel to other country when your relative going abroad due to her/his work. For example, your sister going abroad for a week to attend training. You can go with her. You can save your accomodation cost and also your breakfast c

New Normal Life, New Normal on Managing Money

Everyday, we see dokter Reisa Broto Asmoro   gives a report about Covid-19 on screen. She is a new spokesperson. After we had seen Mr. Yuri for about 3 months as a previous spokesperson with his serious gesture and mimic, it is a good choice to have a new face on television who delivered the information especially as pretty as her. But, sadly the data being reported by her is not a good news, the daily number of people being infected increased more than before. Eventhough more than 1000 people newly infected daily reported, most of the city preparing for the  new normal life stage.  After 3 months (March - May 2020), the economy were totally slowdown, many people lost their job and some of them even lost the life of their beloved one because of covid-19. Should we change how we manage our money in this new coming new normal life?                 sumber : www.pixabay.com I personally think that, we should change on how we spend our money in this new normal life era. First of

How is Self Love and Support System Deals With Money?

Many people say, how people spend their money have a correlation with their self love. Their suppport system also play an important. Is this true? What do you think? Nowadays, people tend to spend their money not because they simply need the product or service they bought but because for other reason. I believe that this behaviour, more or less have a correlation with their self love and support system.               sumber : www.pixabay.com Self love is about how we see ourself, and are we confident with ourself especially with our choice. This choice also including about our choice in spending our money. When people love theirself, it show a tendency that they will not spend their money just to follow others or trends that are booming. They know what their need and what their want. Need and want is different but people sometimes have difficulties to differentiate it especially when they are lack of self love. For example, eventhough it was a trend to use a nice bags from

Jangan Malas Membaca Jika Tidak Ingin Merasa Tertipu Saat Berinvestasi

Malas membaca, sepertinya sudah menjadi kebiasaan semua orang. Terlebih jika hurufnya kecil-kecil dan banyak serta tebal.  Coba deh, banyak pastinya diantara kita yang malas membaca Terms & Condition (T&C). Tetapi ketika sesuatu tidak berjalan dengan semestinya baru deh mencari-cari dan membaca T&C tersebut.              sumber : www.pixabay.com Coba ketika kita membuka rekening tabungan, ingat kan ketika diminta paraf di setiap halamannya dan tanda tangan dibanyak lembar yang adalah T&C dari produk tabungan. Begitu pula ketika kita berinvestasi, tanda tangan ini itu, terkadang kita percaya saja dan membubuhkan tanda tangan kita. Dan ini sangat berbahaya.  Malas membaca digabungkan dengan malu bertanya dengan apa yang tidak dipahami, klop deh. Sangat berbahaya sekali. Terkadang tingkat kepercayaan kita sangat tinggi, entah karena banyak orang juga kok yang ikutan atau ini yang menawarkan teman/saudara dekatku atau percaya sajalah perusahaan besar kok ini ata

Pernah Trauma dengan Berinvestasi?

Pernah trauma dengan berinvestasi? Pernah merasa tertipu dengan suatu jenis investasi? Pahami dahulu jenis investasi yang akan anda masuki. Biasanya setelah dana tabungan sudah cukup terkumpul banyak maka kita akan melirik investasi. Dana yang sudah capek-capek dikumpulkan dalam jangka waktu yang lumayan jangan sampai hilang hanya karena salah berinvestasi.               sumber : www.pixabay.com Setiap jenis investasi mempunyai resiko yang berbeda-beda. High risk high return, banyak orang ingin berinvestasi dengan imbal hasil yang besar tapi tidak mau dengan resiko yang tinggi. Ini too good too be true.  Banyak sekali kasus investasi bodong yang sudah terjadi di negeri ini. Banyak pula yang merasa tertipu dengan investasi yang sebenarnya tidak bodong, namun hanya karena tidak paham dan teliti dalam mengenali investasi tersebut sehingga merasa tertipu. Hingga pada akhirnga merugi bahkan hilang tak berbekas dana tabungan yang sudah dikumpulkan itu. Padahal bisa saja dana ters

Itung-itung Dana Untuk Lebaran

Itung-itung Dana Untuk Lebaran perlu dilakukan jauh-jauh hari. Selama bulan puasa dan lebaran nanti akan ada biaya-biaya yang akan keluar diluar pengeluaran rutin. Itulah fungsi dari THR sebenarnya. Dana Tunjangan Hari Raya diharapkan mampu untuk membiayai kebutuhan lebaran. Idealnya jangan sampai menggunakan pos yang lain ya, cukupkan biaya pengeluaran lebaranmu dengan dana tunjangan hari raya yang diberikan oleh tempatmu bekerja. Jadi untuk  persiapan lebaran  yang terpenting adalah siapkan dananya dulu ya. Yuk dilist dahulu biaya lebaran apa aja: 1. Biaya mudik Tentukan dari 3 bulan sebelum lebaran, apakah akan mudik menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan kendaraan umum. Karena tiket untuk lebaran sudah bisa dipesan 3 bulan sebelumnya untuk yang mau menggunakan moda kereta api. Hitung juga jika menggunakan kendaraan umum apakah nanti di kota tujuan akan menyewa mobil untuk berkendara disana. Silahkan dihitung-hitung lebih murah yang mana. Tapi jangan lupa ya meny

Atur Uang Jajan untuk Anak

Atur uang jajan untuk anak itu ternyata penting, karena termasuk pengeluaran rutin setiap bulannya. Uang jajan untuk anak tentunya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Dan tiap-tiap anak mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Berikut 5 tips atur uang jajan untuk anak: 1. Sesuaikan dengan usia anak. Usia TK, SD, SMP, SMU bahkan kuliah tentunya berbeda jumlah uanb jajan yang diberikan. Untuk usia TK uang jajan sebaiknya masih dipegang oleh orang tua karena anak masih belum mengenal uang. Namun tetap dibatasi, jangan setiap keinginan anak untuk jajan dipenuhi. Orang tua harus menetapkan jumlah uang jajan yang wajar, jangan lupa jenis jajanan juga harus dipantau ya. Yang cocok untuk usia dibawah lima tahun, karena banyak snack yang sebenarnya tidak cocok untuk usia di bawah 5 tahun dan tertera pada bungkusnya walau tertulis sangat-sangat kecil. 2. Sesuaikan dengan lingkungan sekolah anak. Anak bersekolah di sekolah negeri atau swasta juga berpengaruh dengan no