Langsung ke konten utama

Tips Menghemat Pengeluaran di Masa Pandemi Covid-19


Tips Mengelola Keuangan


Zaman pandemi covid-19 seperti ini, kita harus pintar-pintar dalam mengelola keuangan. Tips untuk mengelola keuangan itu sebenarnya mudah, kamu cukup menambah pemasukan dan mengurangi atau menghemat pengeluaran hanya 2 itu saja prinsipnya.


Menambah pemasukan di zaman pandemi covid 19 seperti ini, pasti cukup menantang ya. Terkadang mempertahankan pemasukan yang sudah ada pun itu penuh dengan dinamika.


Jadi untuk tips keuangan kali ini ini aku akan membahas lebih detil dari sisi mengurangi pengeluaran daripada di sisi menambah pemasukan. Tips untuk menambah pemasukan ditunggu di artikel berikutnya saja ya.


Tips Mengurangi Pengeluaran


Tentunya semua orang tidak mau ya untuk menurunkan gaya hidupnya terlepas apakah sebelumnya terbiasa hidup sederhana apalagi hidup bermewah-mewahan. 


Gaya hidup seseorang itu melekat kepada kebiasaannya semenjak dia kecil jadi untuk mengubahnya dalam waktu yang singkat tentunya cukup sulit.


Namun kita tidak ada pilihan lain, khususnya di zaman pandemi covid 19 ini. Jika kita mau bertahan, maka pilihannya hanya dengan cara mengurangi pengeluaran sehari-hari, khususnya pengeluaran yang tidak perlu. Jadi itulah yang akan kita lakukan.


Tips Menghemat Keuangan di Saat Pandemi



Tips mengelola keuangan di masa pandemi covid 19:


  • Hitung kebutuhan biaya hidup "normal" selama sebulan.

  • Hitung biaya dari kebutuhan hidup normal kamu yang sebenarnya bisa tidak kamu keluarkan uangnya di pos kebutuhan tersebut.

  • Tengok isi lemari kamu, pilih barang-barang yang masih kamu butuh dan ingin pakai serta barang-barang yang sudah tidak ingin kamu pakai dan tidak kamu butuhkan namun masih mempunyai nilai jual.

  • Tengok isi rumah kamu, apakah ada barang-barang yang biaya pemeliharaannya melebihi nilai dari manfaat yang kamu peroleh ketika memiliki barang tersebut. 

  • Tengok isi garasi kamu dan pikirkan kembali sebenarnya berapa banyak jumlah kendaraan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kamu (mobil, motor dan sepeda). 

    • Hitung kembali biaya-biaya yang rutin harus kamu keluarkan ketika kamu masih mempertahankan sejumlah kendaraan-kendaraan tersebut seperti biaya STNK tiap tahun, biaya ganti oli setiap 6 bulan dan biaya-biaya lainnya.  

    • Dan yang paling penting, semua kendaraan itu apakah sudah lunas atau masih mencicil.  Cicilannya sampai kapan dan berapa persen porsinya dari pemasukan kamu saat masa pandemi covid-19.

  • Tengok isi dapur kamu dan tempat penyimpanan makanan atau barang-barang yang habis pakai di rumah kamu. Masih banyak kah yang menumpuk, masih lamakah expired date nya, kamu tipikal yang terbiasa menimbun makanan?

  • Tengok isi gudang kamu dan lihat apakah masih ada barang yang bisa bernilai jual tinggi? Jika isinya rongsokan, silakan dibuang atau dikilokan di tukang loak. Kamu jadi punya extra ruangan kosong.

  • Kalau kamu punya kartu kredit atau punya pinjaman tempat lain alias suka kasbon coba kamu teliti kembali.

    • Berapa banyak jumlah tagihan kartu kredit kamu.

    • Apakah di dalamnya masih banyak cicilan. 

    • Berapa lama lagi di cicilan itu selesai.

    • Hitung segala hutang-hutang kamu di semua tempat. Termasuk hutang hutang tunggakan seperti : 

      • tunggakan uang sekolah, 

      • tunggakan listrik,

      • tunggakan air, 

      • tunggakan biaya ponsel kamu (jika kamu menggunakan pascabayar) dan  juga,

      • tunggakan iuran keamanan atau sampah di rumah kamu serta,

      • tunggakan sewa atau kontrakan rumah, kalau kamu masih tinggal di kontrakan atau bukan di rumah sendiri atau bukan di rumah keluarga kamu.

      • dan tunggakan-tunggakan lainnya.


Jika kamu sudah melakukan hal-hal di atas maka kamu akan : 

  • mendapatkan nilai dari jumlah total pengeluaran rutin kamu bulanan untuk biaya hidup.

  • melunasi segala cicilan hutan itu serta kamu sudah mengetahui seberapa besar sebenarnya nilai hutang yang kamu miliki serta kamu mengetahui punya berapa lama waktu lagi untuk melunasinya, 

  • mulailah kamu susun rencana pengeluaran uang kamu. Pastikan uang kamu yang ada saat ini dan rencana rencana pemasukan di bulan-bulan ke depan dapat memenuhi dan membayar semua pengeluaran rutin bulanan dan hutang-hutang yang telah ada.


Tips Terpenting Ketika Ingin Mengurangi Pengeluaran


Tips selanjutnya adalah jangan menambah hutang baru. Termasuk membeli barang barang dengan cara cicilan melalui kartu kredit kamu


Jika kamu butuh atau ingin membeli suatu barang dipastikan bahwa kamu mampu untuk membelinya dengan secara tunai.


Karena di masa pandemi covid 19 ini segala sesuatu serba tidak pasti. Termasuk rencana pemasukan kamu di bulan bulan ke depan. 


  • Bagaimana jika tiba-tiba kamu terkena pemutusan hubungan kerja atau, 

  • Perusahaan memutuskan untuk memotong gaji pegawainya dan, 

  • Jika kamu seorang wirausaha, apa kamu yakin usaha kamu kedepan masih bisa bertahan atau masih bisa memberikan keuntungan seperti masa-masa sebelum pandemi.


Sudah cukup banyak ya tips-tips yang dapat kamu lakukan untuk mengelola keuangan kamu di masa pandemi ini, khususnya di sisi pengeluaran kamu. 


Ayo tunggu apalagi segera lakukan semua tips diatas, walau vaksin telah ada saat ini, masa pandemi ini masih akan lama dan kamu harus tetap bertahan sampai masa pendemi ini usai.


Tetap semangat dan salam sehat selalu  untuk badanmu, jiwamu dan juga kantongmu juga ya. 

Komentar

  1. kenapa ya saya malah dimasa pandemi ini malah lebih konsumtip?
    karena kalo lagi gada kerjaan, pasti de cuci mata di market place huhuhuhu
    terimakasih ya tipsnya.
    cuma kalo saya shortir barang di lemari, dan ada barang yang masih memiliki nilai jual dan kami kurang menggunakannya, takkan bisa dijual.
    suami akan suruh saya menghibahkannya ke yang lebih membutuhkan.
    katanya lebih baik menambah pahala daripada menambah duit.
    Ya emang bagus juga sih...

    BalasHapus
  2. Intinya jangan sampai barang di rumah yang tadinya aset jadi liabilitas ya mbak? Aku melakukan langkah yang lumayan efektif, ngurangin nonton tv sama mencabut peralatan listrik yang enggak terpakai biar menghemat tagihan listrik mba

    BalasHapus
  3. Wih jangan sampai menambah utang baru yang tak perlu ya karena silau mata saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau utang, semonga saja nggak ... tapi tetap nih saya butuh tips seperti ini.

      Hapus
  4. Mengatur keuangan ini adalah ilmu yang musti di praktekkan banget ya...
    Kalau lengah, bocor halus lagi.
    Dan keseringan, aku pakai dalih "Reward buat diri sendiri yang udah bekerja keras".
    Hiiks~
    Parah banget latte factor.

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah lega aku nggak punya utang kak. Alhamdulillah dapet tips menghemat ini, aku seringnya boros di makanan. Suka jajan sih orangnya ehhehe tapi kalo beli pakaian jarang

    BalasHapus
  6. Masa pandemi emang bikin kalang kabut ya...apalagi urusan keuangan...Meski begitu tetep harus diatur biar gak makin kedodoran.. Thanks tipsnya kak..semoga bisa diterapkan dengan baik nih

    BalasHapus
  7. Selama pandemi ini bisa dibilang saya belanja pada saat promo. Hihi beneran sangat bermanfaat dan bernilai saving tinggi. Apalagi kalo belanja sebelumnya udah cari info harga dulu secara online. Baru deh kunjungi store nya.

    BalasHapus
  8. Hitung menghitung pengeluaran bulanan wajib kayanya ya. Aku masih gak jelas banget nih pengeluaran bulanan apa aja.

    BalasHapus
  9. sepakat banget kak. tips terpenting jangan menambah hutang baru, hhh
    kl aku punya kebiasaan buat mencatat semua pengeluaran, buatku jd bisa mengontrol biaya yg sudah ku keluarkan, aku membatasi diri sendiri dengan nominal sekian. biar bisa irit, huhu

    BalasHapus
  10. kalo aku biar gak kalap belanja, pas pandemi memutuskan keluar dari grup jastip, suka istighfar :D

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah dapat tips menarik mengelola keuangan seperti ini, karena emang dimasa pandemi gini butuh banget Ilmu memanaj uang secara bener

    BalasHapus
  12. Bener nih salah satunya jangan sampe ada nambah utang
    Udah susah, mau dibikin nambah susah lagi apa karena utang huhu

    BalasHapus
  13. Pandemi ini memang malah serasa bikin boros ya, jadi kadang susah juga mau berhemat, eh tapi ternyata ada cara yang cukup mudah yg bisa di ikutin di sini. Semoga kita bisa lebih bijak ngatur keuangan kita ya, aamiin..

    BalasHapus
  14. Masalah keuangan ini yang sering kali jadi brain storm antara saya dan suami. Dan akhirnya saya yang harus pegang kendali untuk menahan pengeluaran 2 tidak perlu. Tips mu udah lengkap dan memang prakteknya yang maaih harus selalu konsisten ya hihihi.. mengingat ecommerce selalu update diskon.

    BalasHapus
  15. godaan terbesar selama pandemi sih jajan makanan dan furniture mba, karena selalu stay dirumah jadi gabut gitu, apalagi kalau udah liat tanaman, duh. obat stress juga. tapi tetep harus pikir-pikir ya sebelum beli, salah-salah bisa malah kebabalasan dan abis deh duit gak jelas

    BalasHapus
  16. Bener, Kak..fokus dulu ke mengurangi pengeluaran. Karena pendapatan akibat pandemi memang saya dan suami mengalami penurunan. Jadi ya mau gamau deh kayak list seperti di atas , dibikin penyesuaian. Karena ga tau juga kapan pandemi akan berakhir, kan?
    Semangat kita semuaaa!!

    BalasHapus
  17. Bener banget kak. Malah selama pandemi makin boros banyak jajan diluar. Harus dievaluasi lagi nih pengeluarannya

    BalasHapus
  18. Pengeluaran yang melambung saat pandemi gini adalah kuota internet. Untuk WFH dan tugas daring anak². Bagus tipsnya nih

    BalasHapus
  19. Aku kalau ngitung pengeluaran agak sulit sih. Jadinya caraku adalah dengan mencari pemasukan sebanyak-banyaknya

    BalasHapus
  20. Sejaknpandemi pemasukan berkurang. Dan memang penting banget menahan diri agar mampu menghemat pengeluaran. Terutama pengeluaran yang tidak penting seperti ikut meramaikan event diskin belanja online. Hrs pinter2 pokoknya ya mbak. Thanks buat tipsnya☺��

    BalasHapus
  21. Biasanya memang selama pandemi ini lebih banyak pengeluarannya apalagi kerja pun dari rumah senang pesan makanan dari aplikasi online. Tipsnya menarik banget nih untuk menghemat pengeluaran.

    BalasHapus
  22. bahas soal keuangan ini memang sesuatu yang menarik ya buat aku, apalagi kita sebagai kaum milenial cepat sekali menghabiskan uang. ini saya pribadi ya. jadi wajib banget tahu tips2nya untuk hemat pengeluaran

    BalasHapus
  23. Intinya mah pandemi begini harus benar-benar diperhitungkan, kecuali bersedekah yaa, tetap lanjut. Semua orang sekarang waswas dengan penghasilan. Saran saya sih untuk kartu kredit jangan banyak-banyak, satu aja cukup, atau gak usah pakai sama sekali. Biar gak ada godaan. Hehehe

    BalasHapus
  24. Masa pandemi ini memang harus banyak mengencangkan ikat pinggang ya mbak karena segala nya serba sulit semoga pandemi cepat berakhir deh supaya kegiatan berjalan normal kembali

    BalasHapus
  25. Urusan tengok-menengok ini emang sangat efektif nih. Tengok isi lemari, garasi, ruangan dalam rumah, dan gudang, supaya dapetin extra ruangan yang kosong, noted

    BalasHapus
  26. Saya suka jualin barang yang udah ngga terpakai. Lumayan bisa nambah pemasukan sekaligus bikin rumah jadi lenggang ngga banyak barang.
    Kemarin pas harga sepeda lagi naik naiknya, alhamdulillah bisa jual sepeda dengan harga bagus.
    Untung udah dijual soalnya harga sepeda sekarang udah turun lagi.

    BalasHapus
  27. Sudah nggak pernah pakai kartu kredit lagi. Kalau pun terpaksa pakai, diusahakan untuk kebutuhan yang produktif, bukan konsumtif.

    BalasHapus
  28. makasi banget ya buat tips menghemat pengeluaran di masa pandemi seperti sekarang

    BalasHapus
  29. Paling sepakat sama poin "jangan menambah hutang baru" secara masa pandemi begini memang sebaiknya mencukupkan saving daripada merasa butuh sesuatu yang belum dimampui trus malah buka akun hutang.

    BalasHapus
  30. Cukup deg2an ya saat pandemi seperti ini.. Beruntungnya aku juga ga punya hutang dan memang sih perlu banget untuk belajar mengatur keuangan..

    BalasHapus
  31. Kok aku pas masa pandemi malah boros y? Hahaha belanja online semakin meningkat lho

    BalasHapus
  32. Sepakat banget denganengecek lebih rinci / detail setiap kebutuhan akan memudahkan kita dalam memetakan setiap kebutuhan, biar gak rancu atau lapar mata. Buat check list bisa memudahkan dan keuangan gak gampang bocor

    BalasHapus
  33. Terimakasih kak advicenya. Selama pandemi ini emang pengeluaran malah banyakan ke makanan huhu. ya Allah ampuni aku. Padahal udah kenyang tapi minta nyemil terus tuh orang rumah

    BalasHapus
  34. Bagus nih tipsnya, gak hanya di masa pandemi sih mengatur keuangan tuh wajib anytime biar gak bocor alus

    BalasHapus
  35. Setuju banget sama tipsnya mba, sejak pandemi ini pemasukan memang agak berkurang. Kalau kami pengeluaran malah bertambah terutama untuk konsumsi dan kesehatan, mungkin karna banyakan di rumah kali ya. Padahal kalau dipikir-pikir karna lapar mata saja. Ini juga mestinya dihemat ya

    BalasHapus
  36. Saya pikir berhutang yang sekiranya bisa digulirkan itu baik. Tapi kalau hutang hanya untuk gaya hidup dan tidak menghasilkan sebaiknya dihindari.

    BalasHapus
  37. Tipsnya penting banget nih, soalnya selama pandemi ini malah sering beli barang. Padahal harusnya berhemat karena kita gak tau kedepannya gimana. baca ini harus mengatur ulang lagi nih keuanganku

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Irit saat Covid dan Jadikan Kebiasaan Barumu

Semenjak covid-19 melanda, naluri untuk berhemat atau irit kian menjadi. Sejak Maret hingga Agustus 2020 ini, ternyata banyak kebiasaan baru dalam mengelola uang yang sebelumnya tidak aku sadari ternyata besar sekali manfaatnya dalam hal mengelola uang khususnya dalam hal penghematan. Mungkin bukan hanya aku saja yang mengalaminya ya, terlebih kalau mengalami penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan, otak langsung berpikir pos mana lagi yang dapat dibumi hanguskan selain tentunya berpikir jungkir balik juga peluang apa yang dapat dimanfaatkan untuk menambah pemasukan bulanan. sumber:www.pixabay.com Tips mama angrumaoshi kali ini akan lebih membahas tentang kebiasaan baru yang tercipta dalam rangka meniadakan pengeluaran-pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu keluar. 1. Diskon Kalau dulu aku berpikir apa ya nih yang lagi diskon (sambil melihat-lihat katalog promo diskon dimana pun) lalu melancarkan ilmu cucokologi, dicocokkan dengan kebutuhan yang perlu dipenuhi/dibel

Saat Pandemi Covid-19 Masih Amankah Berinvestasi?

Saat situasi sedang pandemi covid-19 seperti ini, jadi takut gak sih mau berinvestasi? Investasi apa yang aman disaat pandemi seperti ini? Indeks Harga Saham roller coaster naik turun. Dollar dan valas pun begitu. Emas meroket naik namun akankah terus seperti itu?  Melipir saja deh ditabung uangnya sambil menjaga dana darurat untuk persediaan bulan-bulan ke depan. Siapa yang tahu kapan kondisi akibat covid-19 akan berakhir. Mau berinvestasi dimana menjadi harus dipikirkan dengan sangat seksama. Kalau menabung pun jangan tergiur dengan suku bunga atau imbal hasil yang tinggi ya. Tabungan itu dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) hingga 2 miliar rupiah sepanjang suku bunga atau imbal hasil yang diberikan dibawah atau sama dengan suku bunga penjaminan dari LPS ya (tingkat bunga penjaminan simpanan untuk periode 30 Juli 2020 sampai dengan 30 September 2020, untuk bank umum rupiah 5,25 persen, valas/valuta asing 1,50 persen, sedangkan untuk bank perkreditan rakyat adalah

5 Jenis Investasi Yang Wajib Kamu Punya

5 jenis investasi yang wajib kamu punya dibahas disini nih. Setelah kamu jago  atur duit saat tanggal tua  dan  atur gaji kamu supaya gak numpang lewat aja  kamu perlu punya 5 jenis investasi ini nih.  Mama Angrumaoshi coba urutkan 5 jenis investasi yang wajib kamu punya berdasarkan tingkat likuiditasnya yah. Apa itu likuditas? Likuiditas adalah berasal dari kata liquid yang merupakan ciri dari suatu cairan. Jadi jenis investasi yang mudah dan cepat dicairkan menjadi uang sehingga cepat dapat digunakan. 5 jenis investasi tersebut adalah Tabungan/syariah. Tabungan ini, hampir semua orang mempunyainya. Biasanya sejak kecil kita dibiasakan menabung di celengan, beranjak besar kita pun mulai memindahkan tabungan ini di bank/syariah. Tabungan ini adalah jenis investasi yang paling likuid karena sewaktu-waktu jika dibutuhkan dapat langsung diambil uangnya dan digunakan. Biasanya pos dana darurat, sebagian besar dananya diletakkan di tabungan/syariah, supaya jika terjadi