Langsung ke konten utama

Saat Pandemi Covid-19 Masih Amankah Berinvestasi?

Saat situasi sedang pandemi covid-19 seperti ini, jadi takut gak sih mau berinvestasi? Investasi apa yang aman disaat pandemi seperti ini? Indeks Harga Saham roller coaster naik turun. Dollar dan valas pun begitu. Emas meroket naik namun akankah terus seperti itu? 

Melipir saja deh ditabung uangnya sambil menjaga dana darurat untuk persediaan bulan-bulan ke depan. Siapa yang tahu kapan kondisi akibat covid-19 akan berakhir. Mau berinvestasi dimana menjadi harus dipikirkan dengan sangat seksama.


Kalau menabung pun jangan tergiur dengan suku bunga atau imbal hasil yang tinggi ya. Tabungan itu dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) hingga 2 miliar rupiah sepanjang suku bunga atau imbal hasil yang diberikan dibawah atau sama dengan suku bunga penjaminan dari LPS ya (tingkat bunga penjaminan simpanan untuk periode 30 Juli 2020 sampai dengan 30 September 2020, untuk bank umum rupiah 5,25 persen, valas/valuta asing 1,50 persen, sedangkan untuk bank perkreditan rakyat adalah 7,75 persen).

Hmmm, ada gak sih investasi yang relatif aman? Saat ini pemerintah mengeluarkan SR-013 (sukuk/surat berharga negara ritel syariah) yang dimulai sejak 28 Agustus hingga 23 September 2020. Hmm, kalau pemerintah yang menerbitkan pasti aman ya. Percaya kan pemerintah Indonesia tidak akan gagal bayar atas surat utang yang diterbitkannya. Sebagai warga negara Indonesia kalau ikut turut berperan serta berinvestasi di SR-013 bangga gak sih? Turut membantu pemerintah dalam membangun negeri ini apalagi dalam kondisi pandemi covid-19, negara membutuhkan dana guna membantu negeri ini bangkit kembali akibat pandemi. 


Untuk dapat ikut serta berpartisipasi berinvestasi dalam SR-013 ini minimal cukup 1 juta rupiah loh. Kebayang gak misalnya seluruh 250 juta penduduk Indonesia ikut berinvestasi dalam SR-013 dengan 1 juta rupiah saja, pemerintah mendapatkan dana untuk membangun negeri ini sebesar 250 Trilyun. Wow, angka yang sangat besar ya. SR-013 ini juga memberikan imbal hasil 6,05% per tahun (fixed rate) dan dana akan dikembalikan saat jatuh tempo pada 10 September 2023 alias 3 tahun lagi. Selama 3 tahun itu, dana juga bisa diambil dengan cara dijual kepada investor domestik lain kalau semisal membutuhkan dana tersebut sebelum jatuh tempo. Saat jatuh tempo dana akan otomatis masuk ke rekening bank kita. Salah satu pilihan alternatif investasi yang relatif aman ya di masa pandemi ini plus rasa ikut serta membangun negara ini juga buat bangga diri sendiri gak sih. Bermanfaat untuk negeri hanya dengan 1 juta rupiah. 


Cara membelinya bagaimana? Pemerintah sudah menunjuk banyak sekali mitra distribusi (midis). Listnya ada di gambar dibawah ini. Banyak sekali ya. 

Yang sudah punya rekening di bank-bank terdaftar tinggal menghubungi banknya ya (beberapa bahkan bisa belinya via mobile bankingnya secara online tinggal klik saja pindah buku atau transfer dari tabungan kamu). Kalau yang lebih nyaman dengan fintech bisa juga tinggal klak-klik ke websitenya (bareksa, investree, invisee, koinworks, modalku, tanamduit). Sedangkan yang sudah biasa berinvestasi saham dan punya rekening saham di perusahaan sekuritas juga tinggal menghubungi perusahaan sekuritasnya yah. Banyak sekali ya pilihannya mau beli lewat mana. Ribet gak sih? Sama sekali gak ribet sih. Cobain aja dulu. 

Silahkan dicoba ya teman-teman, yang masih belum pernah investasi di surat berharga negara ritel yuk coba berinvestasi di SR-13, masa pemesanan dibuka sampai 23 September 2020. Investasi rendah risiko karena diterbitkan oleh negara kita sendiri dan bisa berkesempatan ikutan jadi pahlawan membiayai negara. Di masa pandemi investasi tetap jalan terus ya. 

Oh ya bagi para pahlawan devisa alias WNI yang berdomisili di luar negeri dan WNA keturunan Indonesia yang memiliki Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) juga tetap bisa loh ikutan jadi pahlawan membiayai negara melalui surat berharga negara yang akan terbit rencananya di bulan november 2020 ini, namanya diaspora bonds. Tunggu info selanjutnya ya. 

Sumber gambar : Instagram @djpprkemenkeu

Simak juga ulasanku tentang SR-012, klik disini ya ada 5 hal yang wajib kamu ketahui tentang sukuk alias surat berharga negara ritel syariah ini, khusus buat kamu yang masih penasaran dengan investasi secara syariah ini ya.

Komentar

  1. nice info...
    kalo punya dana aku selalu suka jadiin modal usaha.. Bisa dicoba ni

    BalasHapus
  2. Pandemi gini memang mo nanya inves harus lirik kantong ya mbak. Dengan beragam hal yang tak terduga. Dengan investasi, berasa lebih nyaman dan aman

    BalasHapus
  3. Saya masih harus belajar nih soal investasi, apalagi soal saham, memang harus punya ya. Coba deh nanti belajar dulu lagi

    BalasHapus
  4. Krn suamiku wiraswasta jd pendemi ini berdampak banget bagi pemasukan keluarga kami. Sekarang harus mengencangkan ikat pinggang banget. Tabung uang dan invest di tempat yg benar2 aman

    BalasHapus
  5. Duh aku awam banget nih tentang investasi dg surat berharga seperti Sukuk ini. Trims ya, mau ngulik lebih jauh ah..

    BalasHapus
  6. kemarin ngintip sedikit di tulisan instagram. langsung aku kepoin penjelasannya disini. Aku jadi ngerti sedikit tentang aturan bunga yang menggiurkan. Yang sebenernya semuanya punya batas , dan gak semena-mena. dan jangan terlalu membayangkan margin kita besar berharap besar pula feednya
    .

    BalasHapus
  7. Aku termauuk yang takut untuk berinvestasi dalam bentuk ini, Mbak. Karena di benakku nilainya naik turunnya ga stabil. Memang harus banyak belajar lagi baik dari fiqih muamallah maupun produk-produknya. Untuk investasi yang sudah dilakukan biasanya lebih ke modal usaha atau emas.

    BalasHapus
  8. Aku belum pernah nih investasi seperti ini. Boleh juga nih mulai belajar berinvestasi.

    BalasHapus
  9. Wah terima kasih pencerahannya...semoga masih sempat ikutan..ternyata mudah ya..

    BalasHapus
  10. Mba aku jadi pengen tahu banyak nih. Aku belum pernah soalnya. Minim sejeti ya ternyata.

    BalasHapus
  11. stay safe and stay safe everyone :D

    BalasHapus
  12. Tertarik bgt, tpi masih ragu memulainya, musti pelajari lebih dalam lagi. Tks infonya kak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Irit saat Covid dan Jadikan Kebiasaan Barumu

Semenjak covid-19 melanda, naluri untuk berhemat atau irit kian menjadi. Sejak Maret hingga Agustus 2020 ini, ternyata banyak kebiasaan baru dalam mengelola uang yang sebelumnya tidak aku sadari ternyata besar sekali manfaatnya dalam hal mengelola uang khususnya dalam hal penghematan. Mungkin bukan hanya aku saja yang mengalaminya ya, terlebih kalau mengalami penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan, otak langsung berpikir pos mana lagi yang dapat dibumi hanguskan selain tentunya berpikir jungkir balik juga peluang apa yang dapat dimanfaatkan untuk menambah pemasukan bulanan. sumber:www.pixabay.com Tips mama angrumaoshi kali ini akan lebih membahas tentang kebiasaan baru yang tercipta dalam rangka meniadakan pengeluaran-pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu keluar. 1. Diskon Kalau dulu aku berpikir apa ya nih yang lagi diskon (sambil melihat-lihat katalog promo diskon dimana pun) lalu melancarkan ilmu cucokologi, dicocokkan dengan kebutuhan yang perlu dipenuhi/dibel

Green Jobs, Peluang Kerja Indonesia Kini

  Pertama kali mendengar  green jobs itu, jujur aku tidak paham sama sekali. Tukang kebunkah? Naturalist? Ahli Botani? Pekerjaan yang ramah lingkungankah? Hingga akhirnya aku mengetahui apa yang dimaksud tersebut. Dugaanku ternyata benar, bahwa Green Job secara mudah didefinisikan dengan pekerjaan yang ramah lingkungan. Namun jika mengutip definisi dari International Labour Organization (ILO), definisinya tidak hanya itu namun harus memenuhi 3 hal, yaitu : pekerjaan yang ramah lingkungan dari sisi prosesnya,  pekerjaan yang ramah lingkungan dari sisi produk dan jasa yang dihasilkan dan  pekerjaan yang dapat memberikan penghidupan yang layak.   Sepintas yang terlintas di pikiran tentang pekerjaan ini berarti pekerjaan yang berkaitan langsung dengan alam/lingkungan hidup seperti contohnya : ahli manajemen sampah, ahli energi terbarukan, ahli kehutanan, ahli pertanian dan lainnya. Selain dari pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak dapat dikategorikan Green Jobs, sebut saja : pega