Langsung ke konten utama

Belajar Keuangan Sambil Nonton Drakor The World of The Married

Belajar keuangan sambil nonton drakor ternyata bisa ya. Aku bukan penggemar drakor. Namun menonton drakor kadang dilakoni juga apalagi setelah membaca review dari teman-teman atau melihat trailernya. 

Salah satu drakor ngehits yang akhirnya aku tonton adalah The World of The Married. Banyak sekali pesan moral yang dapat diambil dari film ini. Apalagi aktor drakor favorit semua di mataku. Gak terlalu muda dan tak terlalu tua cocoklah. Walau begitu drakor ini bukan drakor favorit aku. Terlepas akting para pemainnya yang benar-benar mengocok emosi, drakor ini terlalu kelam bagiku

sumber: wikipedia

Walau begitu ada banyak pembelajaran tentang keuangan yang disajikan secara tersirat dapat disimak dalam drakor ini. Setidaknya aku menemukan 5 hal terkait keuangan bisnis dan keluarga yang dapat diambil sebagai pembelajaran dalam cerita drakor ini. 

5 hal pembelajaran dalam mengelola keuangan keluarga di drakor The World of The Married

1. Kalau berhutang, jangan sembunyi-sembunyi dari pasangan.

Tae Oh sang suami ternyata mengajukan hutang tanpa diketahui oleh istrinya Sun Woo. Bahkan menggunakan rumah yang mereka tempati sebagai agunan. Mulai terjadi masalah ketika pembayaran cicilan hutang tersendat. 

2. Persiapkan asuransi anak sejak dini namun tetap dipantau.

Asuransi anak juga harus dipantau, bukan hanya pembayaran preminya ya namun apakah dana asuransi anak yang sudah dikumpulkan tersebut dilakukan penarikan sebelum waktunya. 

Dalam drakor ini penarikan dilakukan oleh Tae Oh sang ayah tanpa diketahui ibunya Sun Woo, karena sang ayah membutuhkan dana untuk operasional perusahaan filmnya. Asuransi anak yang rencananya akan digunakan untuk membiayai pendidikannya kelak ternyata sudah habis sebelum waktunya tiba.

3. Rumah yang ditempati bersama keluarga jangan dijadikan agunan hutang.

Sebisa mungkin jangan menjadikan rumah yang ditempati untuk dijadikan agunan hutang. Karena jika terjadi sesuatu, misalnya tidak dapat melunasi hutang tersebut maka rumah dapat melayang dan keluarga akan kehilangan tempat tinggal. 

4. Pisahkan keuangan keluarga dan keuangan bisnis.

Dana keuangan keluarga dan dana untuk berbisnis jangan menjadi satu. Sedari awal sudah dipisahkan dan disepakati berapa modal yang akan ditanamkan pada bisnis dari keuangan keluarga. 

Setelah bisnis berjalan, jangan lagi tuh kalau kekurangan dana ambil dari keuangan untuk keluarga begitu pula sebaliknya jika meraih keuntungan yang besar juga. Keuntungan tersebut ya dimasukkan lagi ke bisnis sebagai tambahan modal (bisa juga sekian persen dimasukkan untuk keuangan keluarga namun disepakati diawal dan dipatuhi). 

5. Terbukalah dengan pasangan Anda terkait keuangan pribadi dan bisnis Anda.

Bisnis ada pasang surutnya. Terbukalah dengan pasangan ketika sedang surut, jangan hanya saat sukses saja. Tetap disiplin keuangan pribadi keluarga dan bisnis berada di jalurnya masing-masing sehingga jika bisnis kolaps atau harus tutup pun keuangan pribadi keluarga tetap aman. 

Terlebih untuk jenis bisnis yang berawal dari hobby. Passion terlibat disana, sehingga perhitungan untung rugi dari sisi bisnis terkadang menjadi nomer sekian dan ada pride juga yang harus tetap terjaga.


Ternyata nonton drakor pun juga bisa memetik pelajaran tentang keuangan ya. Kamu ada film atau drakor yang juga sarat pejaran tentang keuangannya? Tulis di komentar ya.



Komentar

  1. Sampai sekarang saya belum mau nonton dramanya. Setidaknya saya mendapatkan manfaat dari tulisan kakak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya karena kelam banget ceritanya, emosi penonton benaran bisa tertarik masuk. Terima kasih sudah mampir ya, 5 hal itu beberapa yang tersirat yang aku dapatkan saat menonton film ini.

      Hapus
  2. Kalau aku suka nonton drama Korea yang genrenya komedi romantis, Mbak. Banyak juga ya pesan baik tentang keuangan dari drama Korea The World of The Married.

    BalasHapus
  3. Wah keren nih..bisa melihat sisi lain dari Drakor. Jadi nontonnya tidak sekedar dapat tontonan saja tapi bisa belajar juga ya mba.. good..

    BalasHapus
  4. Keren banget bisa melihat sudut pandang lain dari sebuah drama korea. Kalau biasanya orang-orang menceritakan The world of the married ini kisah dramamya sebuah hubugan suami istri.

    Btw Aku udah lama juga selesai nonton ini. Hehe

    BalasHapus
  5. Drakor yang bikin heboh dunia maya, emak-emak pada emosian wkwk... Tapi memang banyak pelajaran yang bisa diambil...

    BalasHapus
  6. Menarik sekali ulasannya. Melihat suatu karya, dari perspektif lain (dalam hal ini financial management). Love it

    BalasHapus
  7. Wah baru kali ini aku baca review film ini dengan bahasan yang berbeda. Banyak yang nyenggol soal hubungan antara pria dan wanita yang toxic, soal rumah tangga, juga kesehatan mental. Kali ini bahas dari sisi financialnya, keren kak!

    BalasHapus

  8. Bagus ya, pelajaran yang bisa dipetik dari drakor ini. Kata teman yang suka drakor, memang banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari menonton drakor..

    BalasHapus
  9. Malam malam baca tulisan blog ini happy banget, awalnya ngantuk banget dan ngga jadi ngantuk dong karena belajar banyak tentang keuangan dari tulisan ini, sepertinya akan semakin betah di tempat ini belajar tentang keuangan..

    BalasHapus


  10. Tahun ini sepertinya keuangabkeuangan keluarga cukup berantakan karena pandemi

    BalasHapus
  11. Sebenarnya dari film selain memberikan kesenangan dan kebahagiaan saat menonton juga ada ilmu praktis yang dapat dipelajari

    BalasHapus
  12. nonton drakor or film apapun tuh memang harusnya ya bisa ambil pointnya sih jgn cm sekedar nonton ya, jgn kaya Tae Oh tuh terbelit hutang sampe keluarga hancur

    BalasHapus
  13. Sampai sekarang daku belum nonton drakor tersebut hehe. Dan nggak sangka ada hikmah positif tentang keuangan ya dari tayangan itu

    BalasHapus
  14. Keren banget nih bisa mengambil sisi lain dari sebuah film. Mungkin karena fokus ke mengaturduit ya jadi saat nonton juga fokus nya ke situ..mantap...:D

    BalasHapus
  15. Ini yang keren filmnya atau penontonnya ya? Hehe.... Seriusan loh. Banyak yang nonton ya nonton aja. Kalo suka ya memuji, kalo nggak suka ya menghujat :D Nggak semua penonton bisa ngambil hikmah dari tontonannya :)

    BalasHapus
  16. Eh, ternyata nonton drakor bisa juga ya belajar keuangan. Ternyata, adegan film kita bisa belajar banyak ya.

    BalasHapus
  17. Iya bener nih keren juga mengaturduit.com bisa melihat sisi lain dari drakor hits ini. Memang poin yang paling membuat saya setuju adalah kita harus terbuka ke pasangan mengenai urusan keuangan. Pasutri kan sebuah tim yang harus kompak, ya...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Irit saat Covid dan Jadikan Kebiasaan Barumu

Semenjak covid-19 melanda, naluri untuk berhemat atau irit kian menjadi. Sejak Maret hingga Agustus 2020 ini, ternyata banyak kebiasaan baru dalam mengelola uang yang sebelumnya tidak aku sadari ternyata besar sekali manfaatnya dalam hal mengelola uang khususnya dalam hal penghematan. Mungkin bukan hanya aku saja yang mengalaminya ya, terlebih kalau mengalami penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan, otak langsung berpikir pos mana lagi yang dapat dibumi hanguskan selain tentunya berpikir jungkir balik juga peluang apa yang dapat dimanfaatkan untuk menambah pemasukan bulanan. sumber:www.pixabay.com Tips mama angrumaoshi kali ini akan lebih membahas tentang kebiasaan baru yang tercipta dalam rangka meniadakan pengeluaran-pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu keluar. 1. Diskon Kalau dulu aku berpikir apa ya nih yang lagi diskon (sambil melihat-lihat katalog promo diskon dimana pun) lalu melancarkan ilmu cucokologi, dicocokkan dengan kebutuhan yang perlu dipenuhi/dibel

Saat Pandemi Covid-19 Masih Amankah Berinvestasi?

Saat situasi sedang pandemi covid-19 seperti ini, jadi takut gak sih mau berinvestasi? Investasi apa yang aman disaat pandemi seperti ini? Indeks Harga Saham roller coaster naik turun. Dollar dan valas pun begitu. Emas meroket naik namun akankah terus seperti itu?  Melipir saja deh ditabung uangnya sambil menjaga dana darurat untuk persediaan bulan-bulan ke depan. Siapa yang tahu kapan kondisi akibat covid-19 akan berakhir. Mau berinvestasi dimana menjadi harus dipikirkan dengan sangat seksama. Kalau menabung pun jangan tergiur dengan suku bunga atau imbal hasil yang tinggi ya. Tabungan itu dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) hingga 2 miliar rupiah sepanjang suku bunga atau imbal hasil yang diberikan dibawah atau sama dengan suku bunga penjaminan dari LPS ya (tingkat bunga penjaminan simpanan untuk periode 30 Juli 2020 sampai dengan 30 September 2020, untuk bank umum rupiah 5,25 persen, valas/valuta asing 1,50 persen, sedangkan untuk bank perkreditan rakyat adalah

5 Jenis Investasi Yang Wajib Kamu Punya

5 jenis investasi yang wajib kamu punya dibahas disini nih. Setelah kamu jago  atur duit saat tanggal tua  dan  atur gaji kamu supaya gak numpang lewat aja  kamu perlu punya 5 jenis investasi ini nih.  Mama Angrumaoshi coba urutkan 5 jenis investasi yang wajib kamu punya berdasarkan tingkat likuiditasnya yah. Apa itu likuditas? Likuiditas adalah berasal dari kata liquid yang merupakan ciri dari suatu cairan. Jadi jenis investasi yang mudah dan cepat dicairkan menjadi uang sehingga cepat dapat digunakan. 5 jenis investasi tersebut adalah Tabungan/syariah. Tabungan ini, hampir semua orang mempunyainya. Biasanya sejak kecil kita dibiasakan menabung di celengan, beranjak besar kita pun mulai memindahkan tabungan ini di bank/syariah. Tabungan ini adalah jenis investasi yang paling likuid karena sewaktu-waktu jika dibutuhkan dapat langsung diambil uangnya dan digunakan. Biasanya pos dana darurat, sebagian besar dananya diletakkan di tabungan/syariah, supaya jika terjadi