Langsung ke konten utama

Strategi Pembelajaran Jarak Jauh Minim Biaya

Pembelajaran Jarak Jauh sudah dimulai pada tahun ajaran baru 2020/2021 ini. Mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi. Walau sebelumnya juga sudah dimulai pembelajaran jarak jauh ini, tapi tidak dimulai dari awal tahun ajaran baru, hanya 3 bulan menjelang akhir tahun ajaran. Tentunya berbeda ya pembelajaran jarak jauh yang dimulai dari awal tahun dan akhir tahun.

              sumber : www.pixabay.com

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini hampir dilakukan di seluruh wilayah Indonesia karena angka pandemi covid-19 yang masih tinggi. Hanya sebagian kecil zona hijau yang diperbolehkan menggukan metode pembelajaran tatap muka. Mau tidak mau para orang tua harus beradaptasi dengan kondisi yang ada. Khususnya dengan berbagai biaya yang muncul sebagai akibat dari adanya PJJ ini.

5 biaya yang pasti bertambah dengan adanya pembelajaran jarak jauh dari rumah ini antara lain adalah : 
1. Biaya kuota internet
Sedikit banyak kuota internet pasti akan bertambah, karena guru akan mengirimkan materi dalam bentuk video dalam durasi yang berbeda-beda. Ada yang memberikan link youtube, ada pula yang langsung memberikan video. Belum lagi kalau mekanisme sistem PJJnya adalah online menggunakan aplikasi google meet/zoom sejumlah waktu belajar anak di sekolah seperti biasa (misal pukul 07.00-15.00), dapat dibayangkan berapa kuota internet yang dibutuhkan. Belum lagi jika di rumah, anak yang PJJ ada beberapa orang, tinggal dikalikan saja. 
2. Biaya menambah laptop/smartphone android
Tidak semua keluarga memiliki laptop/smartphone android. Dengan kondisi saat ini, maka diharapkan minimal untuk 1 keluarga memiliki 1 smartphone android untuk komunikasi dengan guru dan tugas-tugas yang mesti diselesaikan. Idealnya setiap anak memiliki 1 laptop/smartphone untuk dapat secara optimal melakukan PJJ dari rumah, apalagi jika jam online yang diminta dari pihak sekolah bersamaan.
3. Biaya listrik
Jika biasanya saat sekolah rumah kosong maka biaya listrik pun kecil (karena lampu dimatikan). Namun ketika saat pandemi di rumah seperti ini, biaya listrik akan bertambah sangat signifikan, karena semua orang di rumah, listrik yang menyala pun akan lebih banyak. 
4. Biaya ngeprint dan fotocopy
Ada beberapa tipe PJJ dimana tugas difotokan oleh gurunya dan diminta untuk mengeprint masing-masing, atau ditunjuk koordinator kelas lalu koordinator kelas tersebut memfotocopy untuk seluruh anggota kelas. Walau sedikit biayanya kalau dikumpulkan selama 1 tahun ajaran lumayan juga loh biayanya. 
5. Biaya "mengawasi anak-anak belajar di rumah".
Nah ini nih biaya yang tidak dapat diukur dengan nominal. Orang tua yang sehari-hari tidak berperan sebagai guru di rumah, mau tidak mau harus berperan sebagai guru kreatif. Dimana ternyata ketika menjadi berperan menjadi guru itu, tidak mudah ya. Emosi yang terkuras ketika melihat anak-anak tidak serius belajar dan tidak mengerti yang diajarkan itu benar-benar tidak dapat diukur dengan uang. Tidak heran ternyata tidak sembarang orang dapat menjadi guru, harus melalui jenjang pendidikan tertentu. 

Walau begitu jangan lupa ada 5 biaya juga yang tidak keluar alias posnya dapat digunakan untuk menggantikan 5 biaya yang timbul dari adanya pembelajaran jarak jauh ini. 5 biaya itu antara lain:
1. Biaya ongkos ke sekolah
Biaya bensin atau ongkos angkutan umum yang biasa keluar setiap hari jika anak-anak bersekolah, coba deh dihitung dan silahkan dialihkan untuk biaya kuota internet (banyak promo-promo kuota internet jika jeli melihat-lihat semua jenis kuota yang ditawarkan oleh setiap provider yang cukup murah, sesuaikan saja dengan kebutuhan dan tentunya dana yang dialokasikan dari ongkos anak-anak jika pergi ke sekolah).
2. Biaya jajan anak di sekolah
Anak-anak belajar di rumah, apakah tetap diberikan uang jajan? Mungkin uang jajan tersebut dapat dikurangi atau ditiadakan. Anak-anak diberi pengertian bahwa uang jajan tersebut digunakan untuk keperluan PJJ misalnya membeli smartphone android yang secukupnya (misal uang jajannya 10-20 ribu rupiah dikalikan 25 hari, dalam 2-4 bulan sudah dapat dibelikan smartphone seharga 1 jutaan).
3. Biaya les anak
Les anak dapat distop dahulu, walau beberapa les juga menggunakan media daring namun dapat dilihat apakah masih cukup efektif jika menggunakan media daring? Biaya les anak ini juga dapat dialihkan untuk langganan kuota internet unlimited di rumah dan anak juga dapat diarahkan untuk mempelajari melalui dunia maya via channel youtube atau aplikasi namun tetap didampingi ya.
4. Biaya ektrakurikuler
Biaya ekstrakurikuler di sekolah biasanya tidak akan dimintakan ketika sekolah masih memberlalukan PJJ ini. Jadi biaya ekstrakurikuler ini dapat dialihkan ya untuk biaya-biaya lain yang timbul selama PJJ misalnha biaya fotocopy/print.
5. Biaya piknik bersama sekolah
Selama masa pandemi masih berjalan, piknik bersama sekolah pun ditiadakan. Biasanya untuk piknik bersama anak-anak menabung di sekolah setiap bulannya sebesar nominal tertentu. Nah berhubung biaya piknik bersama sekolah ini akan hilang makan biaya piknik bersama ini dapat dialihkan untuk biaya piknik bersama keluarga. Piknik bersama keluarga di masa pandemi seperti ini tidak serta merta harus dilakukan di tempat wisata tapi bisa dilakukan di rumah atau sekedar putar-putar kota saja. 

Jadi strategi yang dapat dilakukan selama PJJ untuk meminimalisir biaya yang timbul adalah melihat kembali biaya-biaya yang biasa keluar jika anak bersekolah lalu dialokasikan untuk biaya yang muncul selama PJJ. Diusahakan biaya yang muncul dan yang hilang ketika PJJ setara ya jadi tidak nombok. Yuk kita hitung ulang biaya-biaya ini.

Kalau kamu punya tips apa saja selama PJJ ini?


Komentar

  1. Sepertinya no 2 sampai 5 tidak berlaku mb. Kalau dilihat dari anak-anak tetangga di sekitar rumah maya, mereka tetap masuk les mapel atau ikut pelatihan beladiri atau apalah gitu, jajan ke warung, pinik sama keluarga juga....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Irit saat Covid dan Jadikan Kebiasaan Barumu

Semenjak covid-19 melanda, naluri untuk berhemat atau irit kian menjadi. Sejak Maret hingga Agustus 2020 ini, ternyata banyak kebiasaan baru dalam mengelola uang yang sebelumnya tidak aku sadari ternyata besar sekali manfaatnya dalam hal mengelola uang khususnya dalam hal penghematan. Mungkin bukan hanya aku saja yang mengalaminya ya, terlebih kalau mengalami penurunan pendapatan atau kehilangan pekerjaan, otak langsung berpikir pos mana lagi yang dapat dibumi hanguskan selain tentunya berpikir jungkir balik juga peluang apa yang dapat dimanfaatkan untuk menambah pemasukan bulanan. sumber:www.pixabay.com Tips mama angrumaoshi kali ini akan lebih membahas tentang kebiasaan baru yang tercipta dalam rangka meniadakan pengeluaran-pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu keluar. 1. Diskon Kalau dulu aku berpikir apa ya nih yang lagi diskon (sambil melihat-lihat katalog promo diskon dimana pun) lalu melancarkan ilmu cucokologi, dicocokkan dengan kebutuhan yang perlu dipenuhi/dibel

Saat Pandemi Covid-19 Masih Amankah Berinvestasi?

Saat situasi sedang pandemi covid-19 seperti ini, jadi takut gak sih mau berinvestasi? Investasi apa yang aman disaat pandemi seperti ini? Indeks Harga Saham roller coaster naik turun. Dollar dan valas pun begitu. Emas meroket naik namun akankah terus seperti itu?  Melipir saja deh ditabung uangnya sambil menjaga dana darurat untuk persediaan bulan-bulan ke depan. Siapa yang tahu kapan kondisi akibat covid-19 akan berakhir. Mau berinvestasi dimana menjadi harus dipikirkan dengan sangat seksama. Kalau menabung pun jangan tergiur dengan suku bunga atau imbal hasil yang tinggi ya. Tabungan itu dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) hingga 2 miliar rupiah sepanjang suku bunga atau imbal hasil yang diberikan dibawah atau sama dengan suku bunga penjaminan dari LPS ya (tingkat bunga penjaminan simpanan untuk periode 30 Juli 2020 sampai dengan 30 September 2020, untuk bank umum rupiah 5,25 persen, valas/valuta asing 1,50 persen, sedangkan untuk bank perkreditan rakyat adalah

5 Jenis Investasi Yang Wajib Kamu Punya

5 jenis investasi yang wajib kamu punya dibahas disini nih. Setelah kamu jago  atur duit saat tanggal tua  dan  atur gaji kamu supaya gak numpang lewat aja  kamu perlu punya 5 jenis investasi ini nih.  Mama Angrumaoshi coba urutkan 5 jenis investasi yang wajib kamu punya berdasarkan tingkat likuiditasnya yah. Apa itu likuditas? Likuiditas adalah berasal dari kata liquid yang merupakan ciri dari suatu cairan. Jadi jenis investasi yang mudah dan cepat dicairkan menjadi uang sehingga cepat dapat digunakan. 5 jenis investasi tersebut adalah Tabungan/syariah. Tabungan ini, hampir semua orang mempunyainya. Biasanya sejak kecil kita dibiasakan menabung di celengan, beranjak besar kita pun mulai memindahkan tabungan ini di bank/syariah. Tabungan ini adalah jenis investasi yang paling likuid karena sewaktu-waktu jika dibutuhkan dapat langsung diambil uangnya dan digunakan. Biasanya pos dana darurat, sebagian besar dananya diletakkan di tabungan/syariah, supaya jika terjadi